Jumat, 10 Juli 2009

ALERGI

Alergi adalah sebuah reaksi yang dilakukan tubuh terhadap masuknya sebuah "benda asing". Ketika sebuah substansi tak dikenal masuk, antigen, tubuh serta merta akan meningkatkan daya imunitasnya untuk bekerja lebih giat.

Normalnya, sistem kekebalan tubuh akan memproteksi tubuh dari daya rusak yang dilakukan benda asing tersebut, bakteri atau racun. Akan tetapi, jika tubuh melakukan reaksi berlebihan atas substansi pelemah tersebut, terjadi hipersensivitas.



SIFAT-SIFAT ALERGI :
  1. Pencetus suatu alergi disebut allergen. Debu, pollen, tumbuh-tumbuhan tertentu, obat-obatan, jenis makanan spesifik, bulu serangga, virus, atau bakteri, tergolong dalam hal ini.
  2. Reaksi yang terjadi bisa timbul di satu titik, seperti di kulit, bulu mata, atau mungkin juga di sekujur tubuh.
  3. Biasanya timbul satu atau beberapa gejala pengiring yang mengikuti reaksi alergi.

Dalam kasus tertentu, reaksi alergi diidap si penderita sepanjang hidupnya. Setiap tahun di Amerika Serikat, sekitar 400 orang meninggal akibat penggunaan penisilin yang salah kaprah. Juga 50 orang meninggal akibat alergi saat disengat lebah dan gigitan semut. Namun perlu diingat, sebagian besar alergi adalah hal yang umum terjadi dan akibat yang ditimbulkan tidak begitu serius. Tingkat parahnya penderita alergi tergantung daya tahan tubuh.


TERJADINYA REAKSI ALERGI :

A. Sel darah putih merupakan sistem imunitas tubuh paling utama.
  1. Saat antigen memasuki tubuh, secara otomatis seluruh jaringan tubuh akan melakukan suatu proses kompleks untuk mengenali benda asing tersebut.
  2. Sel darah putih menghasilkan antibodi spesifik untuk melawan antigen. Proses ini disebut sensitisasi.
  3. Antibodi bekerja dengan mendeteksi dan merusak substansi yang menyebabkan penyakit. Pada reaksi alergi, antibodi dikenal sebagai immunoglobulin E, atau IgE.

B. Antibodi ini memerintah "para mediator" untuk memproduksi semacam zat yang mampu mengurangi kadar kimia dan hormon yang dimiliki antigen.
  1. Mediator yang umum dikenal diantaranya adalah Histamine.
  2. Mediator mempunyai efek meningkatkan aktivitas sel darah putih. Inilah yang memungkinkan terjadinya gejala yang mengikuti.
  3. Jika hadirnya mediator dirasa sudah cukup, reaksi alergi bisa dikatakan telah berakhir.

C. Reaksi alergi sebenarnya sebuah keunikan bagi kita. Tubuh sudah pasti akan mengenali antigen jika sewaktu-waktu akan menyerang kembali.


D. Macam-macam pencetus alergi yang dikenali oleh umum :
  1. Jenis makanan tertentu, vaksin dan obat-obatan, bahan berbahan dasar karet, aspirin, debu, bulu binatang, dan lain sebagainya.
  2. Sengatan lebah, gigitan semut api, penisilin, kacang-kacangan. Biasanya reaksi yang ditimbulkan akan berlebihan dan bisa mengakibatkan alergi serius di sekujur tubuh.
  3. Penyebab minor; suhu udara panas ataupun dingin, dan kadar emosi yang berlebihan.
  4. Sering kali, allergen secara spesifik sukar untuk diidentifikasi meskipun di masa lampau pernah mengalami gejala serupa.

E. Alergi tidak berkaitan dengan garis keturunan si penderita. Bisa jadi satu anggota keluarga terkena alergi, sementara yang lain tidak pernah terkena.


F. Orang-orang tertentu yang mudah terjangkiti reaksi alergi:
  1. Pernah mengalami alergi tertentu pada masa sebelumnya.
  2. Penderita asma
  3. Orang yang mengalami gangguan pada saluran pernapasannya.
  4. Penderita polip
  5. Penderita infeksi pada sinus, telinga, atau pangkal tenggorokan.
  6. Orang yang memiliki kulit sensitif

PENGOBATAN :

Ada beberapa cara untuk mengobati reaksi alergi. Pilihan tentang pengobatan dan bagaimana cara pemberian disesuaikan dengan gejala yang dirasakan.

A. Untuk jenis alergi biasa, seperti reaksi terhadap debu atau bulu binatang, pengobatan yang dilakukan disarankan adalah:
  1. Prescription antihistamines, seperti cetirizine (Zyrtec), fexofenadine (Allerga), dan Ioratadine (Claritin), dapat mengurangi gejala tanpa menyebabkan rasa kantuk. Pengobatan ini dilakukan sesaat si penderita mengalami reaksi alergi. Jangka waktu pemakaian hanya dalam satu hari, 24 jam.
  2. Nasal corticosteroid semprot. Cara pengobatan ini dimasukkan ke dalam mulut atau melalui injeksi. Bekerja cukup ampuh dan aman dalam penggunaan, pengobatan ini tidak menyebabkan efek samping. Alat semprot bisa digunakan beberapa hari untuk meredakan reaksi alergi, dan harus dipakai setiap hari. Contoh: fluticasone (Flonase), mometasone (Nasonex), dan triamcinolone (Nasacort).

B. Untuk reaksi alergi spesifik. Beberapa jenis pengobatan yang dapat dilakukan untuk menekan gejala yang mengikuti :
  1. Epinephrine
  2. Antihistamines, seperti diphenhydramine (Benadryl)
  3. Corticosteroids

C. Pengobatan lain yang bisa diberikan jika dibutuhkan :
  1. Pada orang tertentu, cromolyn sodium semprot mencegah alergi rhinitis, inflamasi di hidung.
  2. Decongestan dapat menghilangkan ingus pada sinus. Tersedia dalam bentuk cairan yang dimasukkan ke mulut dan semprot. Digunakan hanya beberapa hari, namun terjadi efek samping seperti tekanan darah yang meningkat, detak jantung yang menguat, dan gemetaran.

PENCEGAHAN :

Para spesialis alergi, Allergist, bisa diminta pendapat untuk mengidentifikasi jenis alergi Anda. Ada berbagai macam tes identifikasi pencetus alergi:
  1. Tes kulit, biasa dilakukan dan hasil yang ditunjukkan sangat memuaskan. Jaringan kulit akan diperiksa secara mendetail hingga dihasilkan laporan lengkap tentang kesehatan kulit si penderita.
  2. Tes darah (RAST), biasa dikenal sebagai tes identifikasi antibodi (IgE) untuk menentukan spesifikasi antigen.
  3. Tes-tes lain yang dilakukan untuk mengurangi allergen di lingkungan sekitar.

PERAWATAN TERHADAP REAKSI ALERGI :

Kenali pencetus alergi yang Anda derita. Jika tubuh Anda reaktif terhadap kacang, jangan makan kacang. Dengan mengurangi bahkan menghindari penyebab terjadinya reaksi alergi, Anda akan terbebas dari alergi.

Perawatan-sendiri di rumah tidak cukup untuk menghilangkan reaksi alergi. Perlu dilakukan pengobatan darurat. Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  1. Jangan pernah menunda untuk berobat ke dokter. Memutuskan sendiri cara pengobatan dan jenis obat apa yang dikonsumsi bisa memperparah alergi.
  2. Jika Anda mengendarai mobil/motor, usahakan untuk meminta antar orang terdekat Anda. Ini dimaksudkan untuk mengurangi dampak kecelakaan saat membawa kendaraan.
  3. Patuhi apa yang direkomendasikan oleh dokter. Kelalaian Anda dalam mengikuti prosesur pengobatan akan menjadikan hasil perawatan mundur.

OBAT TRADISIONAL

Obat tradisional sudah dikenal sejak lama di beberapa negara, seperti Cina, India, Jerman, Amerika (Indian), Thailan, Jepang, dan negara-negara lainnya . Bahkan di Indonesia, obat tradisional sangat popular. Hal tersebut dapat kita lihat dengan banyak berdirinya perusahaan jamu dan obat tradisional.

Belakangan pun banyak dijumpai, para ahli pengobatan alternatif maupun dokter di Indonesia menyarankan pasien-pasiennya untuk mengkonsumsi obat tradisional sebagai alternatif yang baik untuk menyembuhkan dan mencegah penyakit.


1. Kelebihan obat tradisional

  • Memiliki efek samping yang saling mendukung jika berada dalam satu ramuan dengan komponen yang berbeda
  • memiliki efek samping yang relatif rendah
  • Pada satu tanaman memiliki lebih dari satu efek farmakologi serta lebih sesuai untuk penyakit-penyakit yang diakibatkan pertukaran zat di dalam tubuh dan keturunan.

2. Kekurangan obat tradisional
  • Takaran harus tepat.Jika tidak tepat, obat tradisional bisa tidak aman bagi tubuh dan kesehatan manusia.
  • Harus tepat memilih jenis obat sesuai dengan riwayat kesehatan masing-masing, sehingga tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan jiwa.

3. Bahan baku obat tradisional

Bahan baku obat tradisional bisa didapatkan dari hewan maupun tumbuhan. Namun, sumber obat tradisional yang banyak dikembangkan berasal dari tumbuhan. Sebab, tumbuhan mudah dibudidayakan, ramah lingkungan, dan hampir seluruh bagian yang terdapat pada tumbuhan (mulai dari akar, umbi, batang, kulit, daun, biji, dan bunga)berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit.


4. Mengembangkan Tanaman obat

Masyarakat, baik secara perorangan maupun secara institusi, sudah mulai melongok ke obat tradisional dengan megembangkan budi daya tanaman obat. Salah satu institusi yang konsentrasi terhadap pengembangan dan penelitian tanaman obat adalah KaryaSari yang beralamat di Jl. Raya Karacak Km 10, Karyasari Village, Leuwiliang, Bogor.Di sana, terdapat Kebun Obat KaryaSari. Kebun ini terbuka bagi umum yangberminat untuk berwisata herbal (tanaman obat).


5. Cara memilih obat tradisional

Obat tradisional sudah banyak yang dikemas dalam bentuk kapsul, jamu, tablet, obat gosok, krim atau cemilan. Namun tentu saja,kita harus selektif memilihnya sebab banyak obat tradisional di pasaran yang sudah dicampur dengan bahan-bahan kimia berbahaya. Ada baiknya juga, kita berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter atau ahli tanaman obat untuk memastikan bahwa obat tradisional yang kita peroleh aman untuk dikonsumsi.

Adapun obat yang terjamin kualitasnya berasal dari kebun tanaman obat yang tetap dan menggunakan teknologi standar yang menjamin mutu bahan baku dan proses penanaman dan pengolahannya tetap terjaga. Selain itu, khasiat obat ditentukanjuga oleh kandungan kimiawi bahan bakunya (tanaman obat).


6. Cara mengkonsumsi obat tradisional
  • Dosis tepat
  • Cara penggunaan tepat
  • Waktu mengkonsumsi tepat
  • Pemilihan bahan baku tepat sesuai dengan penyakit yang diderita
  • Bahan baku obat benar dan tepat

7. Macam-macam dan kegunaan obat-obat tradisional

Di bawah ini beberapa obat tradisional berserta keterangan kandungan, manfaat, dan catatan penting yang harus diperhatikan dalam mengkonsumsinya.

Pagagan

Kandungan : asiatikosida, brahmic acid, Na, Ca, Fe, Gula, Vitamin B, Karotenoid, Garam, Tatin, Resin, Mucilage, Centellose, dan lain-lain

Manfaat : mengatasi maag, hipertensi, stroke, memberikan nutrisi otak, mempercepat penyembuhan luka, mempercepat proses detoksifikasi, pencegah flu burung, lepra, campak, hepatitis, amandel, cacingan, mengatasi demam, dan lain-lain.

Temulawak

Kandungan : kurkumin dan minyak atsiri (phelandren, kamfer, borneol, xanthorrhizol, Turmerol, dan Sineal).

Manfaat : meningkatkan nafsu makan, menurunkan panas, membersihkan darah, merangsang produksi ASI, antiradang, melancarkan air seni, membunuh kuman, dan anti keracunan empedu.

Minyak Ikan

Kandungan : sumber EPA dan DHA, Asam Omega 3.

Manfaat : mencegah penyumbatan pembuluh darah, untuk pertumbuhan dan perawatan jaringan tubuh, melancarkan peredaran darah, mengurangi faktor penyebab cardiovaskular serta menurunkan kolesterol, membantu meningkatkan kecerdasan otak janin, mengurangi resiko penyakit jantung, meningkatkan nafsu makan anak, dan lain-lain.

Catatan : tidak disarankan mengkonsumsi minyak ikan secara berlebihan karena akan menurunkan kadar vitamin E, menyebabkan keracunan Vitamin A dan Vitamin D pada tubuh.

SINOPSIS:
Obat tradisional sangat bermanfaat bagi pencegahan penyakit dan penyembuhan penyakit. Namun tentu saja, kita harus memerhatikan cara-cara mengkonsumsi yang benar dan tepat agar manfaat obat tradisional bisa dirasakan dengan optimal dan tidak membahayakan jiwa dan tubuh manusia.

PENCEGAHAN PENYAKIT

Pencegahan penyakit sangat penting dilakukan oleh setiap orang. Sebaiknya, kegiatan ini diterapkan sejak dini atau saat tubuh masih sehat sehingga penyakit enggan menjangkiti tubuh kita, kesehatan tubuh pun terjaga.

Dengan tubuh sehat dan prima, kita dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

Jangan lupa, kenalkan juga pencegahan penyakit kepada putra-putri kita sejak kecil (balita) agar mereka terbiasa dan dapat menjadi bekal berharga bagi kehidupan mereka pada masa mendatang.

Enam pola untuk mencegah penyakit

Jika dilakukan dengan rutin dan bersungguh-sungguh, beberapa tips di bawah ini (sedikit banyak)dapat membantu agar tubuh tidak mudah diserang penyakit.Tips-tipsnya sangat sederhana danmudah dilakukan, yaitu dengan menerapkan:

Pola makan yang seimbang kandungan gizinya. Pola food combaining sangat efektif untuk mencegah berbagai macam penyakit.

  1. Pola olah raga yang teratur sesuai berat badan dan jenjang usia. Yoga sangat disarankan bagi orang-orang yang berusia di atas 30 tahun.
  2. Pola pikiran positif (manejemen pikiran) agar terhindar dari stress.
  3. Pola hidup yang sehat dan seimbang.
  4. Pola istirahat yang cukup.
  5. Pola bernapas dalam yang benar dan teratur.